Candle in the Wind

Segelas es cokelat bersama telur ceplok dan nasi hangat favoritmu

Perbincangan kita di atas motor

Sehangat jaket yang kau pinjamkan agar aku tak masuk angin

Playlist Spotify yang kamu buat untukku

Garukan spontan ketika aku mengeluh kakiku digigit nyamuk

Suapan nasi yang masuk ke mulutku dan tanganmu yang menyuir-ayam panas untukku

Dan masih banyak hal yang aku tak bisa sebutkan satu persatu


Mengingatnya seperti menggenggam bara api, menghangatkan namun juga melukai diri ini

Apapun yang akan terjadi ke depannya, sembuh adalah prioritas utamaku

Jika akhirnya tidak benar-benar pulih, I'll keep it on my mind

But sadly, aku memang pelupa 

That's why aku suka menulis apa yang aku rasakan

Memori boleh hilang, tapi aku yakin, hati dan mata benar-benar hal murni yang tidak akan berbohong


Ikhlas menjadi sks favoritku beberapa tahun ini dan mungkin juga tahun ke depan

Seperti kata SO7, "Kau harus bisa berlapang dada"

That's right!


Sometimes life teaches us that we should to let it go

Although that will be hard

And ya.. we have to

Because we have no choice


Selamat mengembara mencari hati dan rumah yang baru,

You deserve someone who love and put you in a first place





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Untitled

Kereta

The Jingga's